Logo sekolah SMKN 1 WONOREJO
Melalui Program Polres Pasuruan Bersama Masyarakat, Kapolres Pasuruan Hadir di SMKN 1 Wonorejo, Ajak Pelajar Tertib Berlalu Lintas, Tolak Bullying dan Narkoba

02 November 2026

Melalui Program Polres Pasuruan Bersama Masyarakat, Kapolres Pasuruan Hadir di SMKN 1 Wonorejo, Ajak Pelajar Tertib Berlalu Lintas, Tolak Bullying dan Narkoba

Kapolres Pasuruan, AKBP Irawan Setyono, S.H., S.I.K., M.H., hadir sebagai pembina upacara bendera di SMKN 1 Wonorejo dalam rangkaian program Polres Pasuruan Bersama Masyarakat. Kegiatan ini diikuti seluruh siswa dan civitas pendidikan Pondok Pesantren Al-Yasini dari jenjang SD, SMP/MTs, hingga SMA/SMK. Dalam amanatnya, Kapolres menyampaikan tiga pesan penting kepada para pelajar, yakni pentingnya tertib berlalu lintas, menolak segala bentuk perundungan (bullying), serta menjauhi penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan narkoba. Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh generasi muda yang disiplin, berkarakter, memiliki kesadaran hukum, serta mampu menjaga diri dan lingkungan dari berbagai perilaku negatif.

Ops Website 5 menit baca 20 kali dibaca

Bagikan artikel

WONOREJO — Membangun generasi muda yang disiplin, berkarakter, dan memiliki kesadaran hukum membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat. Tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan, upaya tersebut juga memerlukan dukungan keluarga, lingkungan sosial, serta aparat penegak hukum.

Semangat kolaborasi inilah yang tercermin dalam pelaksanaan upacara bendera di SMKN 1 Wonorejo, Senin (2/11/2026). Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Pasuruan, AKBP Irawan Setyono, S.H., S.I.K., M.H., hadir secara langsung sebagai pembina upacara. Kehadirannya merupakan bagian dari rangkaian program Polres Pasuruan bertajuk Polisi Bersama Rakyat, sebuah program yang menghadirkan kepolisian lebih dekat dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan dan pendekatan langsung.

Upacara berlangsung dengan melibatkan seluruh siswa serta civitas pendidikan Pondok Pesantren Al-Yasini, mulai dari jenjang SD, SMP/MTs, hingga SMA/SMK. Keterlibatan peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan tersebut menjadikan kegiatan ini sebagai momentum edukasi bersama yang menjangkau kalangan pelajar secara lebih luas.

Tidak sekadar menjalankan agenda rutin setiap Senin, kegiatan upacara kali ini menjadi ruang penyampaian pesan-pesan penting mengenai keamanan, ketertiban, dan tantangan sosial yang dihadapi generasi muda. Dalam amanatnya, Kapolres Pasuruan menyoroti tiga persoalan utama yang dinilai perlu mendapatkan perhatian serius dari kalangan pelajar, yakni kedisiplinan berlalu lintas, perilaku perundungan atau bullying, serta bahaya penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan narkoba.

Keselamatan Berlalu Lintas Dimulai dari Kesadaran Diri

Persoalan pertama yang menjadi perhatian Kapolres adalah kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas. Hal ini menjadi relevan mengingat sebagian pelajar, khususnya pada jenjang SMP dan SMA/SMK, telah beraktivitas menggunakan kendaraan bermotor dalam kehidupan sehari-hari.

Kapolres mengingatkan para siswa agar senantiasa mematuhi aturan ketika berkendara, terutama saat menggunakan sepeda motor di jalan raya. Kesadaran untuk tertib berlalu lintas perlu dibangun sejak usia sekolah, sehingga dapat menjadi kebiasaan positif yang terbawa hingga dewasa.

Kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas tidak semestinya dipandang hanya sebagai upaya menghindari teguran atau sanksi dari petugas kepolisian. Lebih dari itu, setiap pengguna jalan memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga keselamatan dirinya sendiri maupun orang lain.

Penggunaan perlengkapan keselamatan, kepatuhan terhadap rambu dan marka jalan, serta perilaku berkendara yang tidak membahayakan pengguna jalan lainnya merupakan bagian dari budaya disiplin yang perlu ditanamkan sejak dini.

Melalui edukasi tersebut, para pelajar diharapkan semakin memahami bahwa keselamatan di jalan raya bukan persoalan sepele. Satu keputusan yang keliru ketika berkendara dapat membawa konsekuensi serius, bukan hanya bagi pengendara, tetapi juga bagi orang-orang di sekitarnya.

Bullying Bukan Candaan, Lingkungan Pendidikan Harus Aman

Selain kedisiplinan berlalu lintas, persoalan perundungan atau bullying di lingkungan pelajar turut menjadi perhatian dalam amanat Kapolres.

Fenomena perundungan merupakan persoalan yang membutuhkan kepedulian bersama. Perilaku mengejek, merendahkan, mengintimidasi, hingga tindakan kekerasan terhadap teman sebaya dapat memberikan dampak negatif terhadap kondisi sosial dan perkembangan peserta didik.

Dalam konteks pendidikan, sekolah seharusnya menjadi ruang yang memberikan rasa aman bagi setiap siswa untuk belajar, berkembang, membangun pertemanan, serta mengekspresikan potensi diri tanpa rasa takut terhadap perlakuan buruk dari orang lain.

Pesan yang disampaikan Kapolres menjadi pengingat bahwa tindakan perundungan tidak sepatutnya dinormalisasi dengan alasan bercanda atau sekadar mengikuti kebiasaan pergaulan. Setiap siswa perlu memahami batasan dalam berinteraksi dan menyadari bahwa perkataan maupun tindakan dapat memberikan pengaruh terhadap orang lain.

Budaya saling menghargai, menghormati perbedaan, serta memiliki kepedulian terhadap sesama perlu terus dibangun dalam kehidupan sekolah. Para siswa juga diharapkan tidak menjadi bagian dari tindakan perundungan, baik sebagai pelaku maupun pihak yang membiarkan perilaku tersebut terjadi.

Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari perundungan tentu tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan keterlibatan seluruh warga sekolah, mulai dari peserta didik, guru, tenaga kependidikan, hingga keluarga.

Menjauhi Narkoba, Menjaga Masa Depan Generasi Muda

Isu ketiga yang mendapat penekanan dalam amanat Kapolres adalah bahaya penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan narkoba.

Generasi muda merupakan kelompok yang perlu mendapatkan perhatian dan perlindungan dari berbagai ancaman penyalahgunaan narkotika. Lingkungan pergaulan dan rasa ingin tahu yang tidak diimbangi dengan pemahaman yang baik dapat menjadi faktor yang meningkatkan kerentanan seseorang terhadap pengaruh negatif.

Kapolres mengingatkan para pelajar agar menjauhi narkoba dan segala bentuk penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Pesan ini menjadi penting karena penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak terhadap kesehatan, tetapi juga dapat mengganggu pendidikan, merusak hubungan sosial, serta menghambat masa depan seseorang.

Bagi peserta didik, menjaga diri dari pengaruh narkoba merupakan salah satu bentuk tanggung jawab terhadap masa depan yang sedang mereka bangun. Memilih lingkungan pergaulan yang sehat, berani menolak ajakan negatif, serta mengisi waktu dengan kegiatan yang produktif merupakan langkah penting dalam membentengi diri.

Edukasi mengenai bahaya narkoba juga perlu dilakukan secara berkelanjutan, sehingga para pelajar memiliki pemahaman yang memadai dan keberanian untuk mengambil sikap ketika menghadapi situasi yang berisiko.

Polisi dan Dunia Pendidikan, Bersinergi Membentuk Generasi Berkarakter

Kehadiran Kapolres Pasuruan dalam upacara bendera di SMKN 1 Wonorejo melalui program Polisi Bersama Rakyat memperlihatkan pentingnya membangun komunikasi antara kepolisian dan lingkungan pendidikan.

Sekolah merupakan salah satu ruang strategis untuk menanamkan kesadaran hukum dan nilai-nilai kedisiplinan kepada generasi muda. Melalui interaksi secara langsung, pesan mengenai keamanan dan ketertiban masyarakat dapat disampaikan dengan lebih dekat kepada peserta didik, sekaligus menjadi pengingat bahwa pelajar juga memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Bagi keluarga besar Pondok Pesantren Al-Yasinu, kegiatan ini menjadi momentum edukatif yang melibatkan peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan. Pesan yang disampaikan diharapkan tidak berhenti sebagai amanat dalam sebuah upacara, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Di sisi lain, kegiatan ini juga mempertegas bahwa pembentukan karakter peserta didik tidak cukup hanya melalui proses pembelajaran di dalam kelas. Pengalaman, keteladanan, serta edukasi yang melibatkan berbagai unsur masyarakat menjadi bagian penting dalam membentuk pribadi yang matang dan bertanggung jawab.

Pada akhirnya, pendidikan bukan semata-mata tentang seberapa tinggi capaian akademik yang diraih seorang siswa. Pendidikan juga berbicara tentang bagaimana seseorang memahami tanggung jawab, menghargai orang lain, menaati aturan, dan mampu menentukan pilihan yang benar dalam kehidupannya.

Melalui pesan-pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, para pelajar diharapkan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki kesadaran hukum, kepedulian sosial, serta karakter yang kuat.

Tertib di jalan raya, saling menghargai di lingkungan pergaulan, dan menjauhi narkoba merupakan tiga langkah sederhana yang memiliki arti besar dalam menjaga masa depan generasi muda.

Apakah berita ini bermanfaat?

Jadi yang pertama menyukai berita ini

Kembali ke daftar berita